yang disulam hijau permata
hamparan keindahan luar biasa
Mutiara jernih
ibarat sungai yang berlari
membasahi pipi
sekali sekala jatuh ke pasir
bayu dingin yang mengelus
membelai-belai wajahnya yang lesu
muram dek cuaca yang mendung
awan-awan kelabu
membaluti langit yang biru,
suram di lubuk kalbunya
meronta-ronta hatinya
mencari nikmat ketenangan
meronta-ronta jiwanya
mencari kebenaran hakiki
ingin saja disapu
debu-debu penipuan
yang mengaburi pandangan mata hatinya
rindunya pada Kasih yang suci menggamit lagi
ampunilah hamba yang hina ini.
"terkenang-kenang pula saat-saat merenung ke kejauhan di Pantai Cahaya Bulan tatkala melihat gambar laut.."
=)
1 comment:
wow, i never thought u luv poems kam!!
Post a Comment